Kredit Avanza Kini Makin Mudah Dari Dealer

kredit toyota avanza baru

Permintaan yang sangat tinggi dimana konsumen yang memutuskan untuk kredit Avanza tentu saja membuat mereka akan semakin mudah mendapatkan mobil impiannya. Sebagai sebuah produk flagship milik TAM tentu saja kendaraan jenis Low MPV yang pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 2003 lalu telah menjadi solusi bagi semua segmen hingga berpredikat sebagai “mobil sejuta umat” karena dimanapun anda akan menjumpai Toyota Avanza, baik diwilayah perkotaan maupun pedesaan. Kepercayaan publik begitu besar tentu sangatlah beralasan, pasalnya kendaraan 7 penumpang besutan Toyota didesain sebagai sebuah mobil untuk memberikan solusi bagi publik diikuti oleh pertimbangan harga maupun fungsi dari Toyota Avanza itu sendiri.

Memiliki karakteristik penggerak roda belakang tentu saja pihak pabrikan mengutamakan performa namun tak serta merta mengesampingkan aspek keamanan plus kenyamanan berkendara bagi pengemudi maupun penumpang. Sebelah tahun kiprahnya di Indonesia membuat populasi Toyota Avanza terus bertambah namun distributor tetap berusaha untuk mempertahankan harga jual sehingga tetap kompetif serta mampu bersaing dengan para pendatang baru dari brand lain. Meskipun begitu, Toyota Auto2000 juga telah melakukan berbagai jenis kerjasama dengan perusahaan leasing yang memudahkan konsumen membeli atau kredit Avanza terbaru dari dealer.

Bagi publik ditanah air, tak ada keraguan sama sekali untuk memiliki mobil Toyota Avanza karena pertimbangan nama besar produsen maupun keunggulan atau kelebihan yang tak dimiliki oleh para pesaingnya sehingga hingga tahun 2014, meski harga dari Toyota Avanza sudah dinaikkan oleh pihak distributor namun mobil ini masih memenangi kompetisi bersama-sama Daihatsu Xenia. Salah satu faktor mengapa publik lebih menyukai produk asal negeri matahari terbit karena luasnya pusat layanan 3S (Sale, Services, Spare part) bahkan hingga ke Indonesia bagian Timur dimana brand lainnya belum menjamah kebutuhan publik namun Toyota telah melakukannya.

Cikal bakal kehadirannya bermula dari mobil Kijang yang diera tahun 1980-an menjadi salah satu punggawa bahkan banyak diminati bahkan pernah menjadi ikon pabrikan diera itu. Melihat segmen MPV menguasai bursa otomotif lokal hingga 70 persen maka TAM mencari sebuah alternatif untuk mencari penerus kijang akan tetapi harga terjangkau maka terpilihlah Toyota Avanza hingga saat sekarang.

Kini harga mobil Toyota Avanza sudah menjadi acuan perbandingan bagi keluarga Indonesia sehingga baik produsen maupun Agen Tungga Pemegang Merk selalu melakukan survey pasar manakala mereka akan menetapkan harga OTR-nya (On-the-Road). Dibandingkan dengan 11 tahun lalu tentu daya beli publik ditanah air sangat jauh berbeda dari saat sekarang. Kala itu predikat negara berkembang sangat lekat bagi Indonesia dan investasi sebagai dasar dari kemajuan perekonomian sebuah negara masih sangat sedikit.

Tak bisa dipungkiri bahwa naiknya penjualan Toyota Avanza itu sendiri karena daya beli meningkat juga regulasi pemerintah yang tak hanya pro pada konsumen juga sangat mendukung kemajuan industri otomotif nasional. Kini memiliki sebuah mobil baru tak hanya Avanza saja namun lainnya juga sangat mudah karena banyaknya authorized dealer serta lembaga pembiayaan atau leasing.

Di Indonesia maupun dinegara lainnya dimana Avanza diluncurkan, spesifikasi Toyota Avanza menjadi salah satu acuan untuk memilih varian yang cocok atau sesuai kebutuhan. Distributor memberikan opsi berupa pilihan mesin berkapasitas 1.300cc maupun 1.5-liter sehingga para calon konsumen akan lebih mudah menyesuaikan dengan kondisi keuangannya masing-masing. Selain terdapat perbedaan harga setiap varian mobil Toyota Avanza, fiturnyapun dikembangkan bahkan kini ada Avanza Veloz Luxury sebagai varian tertinggi dari semua Low-end MPV pada produk line-up milik Toyota. Banyak keuntungan ketika anda memutuskan untuk kredit Avanza baru sehingga dealer akan selalu menyediakan unit untuk anda.

Mobil Toyota Calya Diproduksi Di Indonesia

toyota-calya

Toyota dan Daihatsu kembali berkolaborasi menghadirkan model kendaraan roda empat kali ini di kelas MPV LCGC yaitu mobil Toyota Calya dan Daihtasu Sigra. Kedua mobil keluarga murah ini diproduksi di dalam negeri oleh Astra Daihatsu Motor seperti juga produk LCGC kedua manufaktur raksasa asal Jepang ini sebelumnya yaitu Agya Dan Ayla. Bagi PT TAM, dengan memberikan harga mobil Toyota yang lebih bersaing tentu saja akan membuka peluang untuk tetap menjadi yang teratas dalam penjualan otomotif.

Dengan diproduksi di dalam negeri oleh ADM maka Toyota dan Daihatsu sekali lagi membuktikan komitmen mereka untuk ikut memajukan industri otomotif nasional. Bukan hanya itu, proses produksinya yang dilakukan di tanah air tentu saja membuat biaya distribusi dan juga produksi menjadi lebih ditekan seminimal mungkin hingga pada akhirnya membuat harga Calya serta Sigra menjadi lebih terjangkau bagi konsumennya.

Bukan hanya lokasi pembuatannya saja, Calya bersama kembarannya tersebut juga menggunakan sebagian besar spare parts hasil buatan perusahaan parts lokal, ini tentunya sangat memberi kesempatan bagi industri komponen di dalam negeri untuk memajukan usahanya. Perlu diketahui, Sigra serta Calya memiliki tingkat kandungan komponen lokal mencapai 94 persen yang merupakan paling tinggi diantara semua produk mobil lain yang dijual di Indonesia saat ini.

Mengenai hal tersebut President Director PT. ADM, Sudirman MR angkat bicara, project LCGC baik Calya – Sigra maupun Agya – Ayla selain meningkatkan nilai investasi mancanegara ke dalam negeri juga telah memberi kesempatan kerja yang besar sekaligus meningkatkan TKDN hingga hampir seratus persen. Sudirman menambahkan bila mengamati perkembangan pasar LCGC dan mengikuti program pemerintah, maka pihaknya sebagai bagian dari Toyota Group melanjutkan kerjasama menaikan investasi, manambah konten lokal dan merekrut tenaga kerja dalam memproduksi mobil murah hemat energi atau biasa disebut KBH2 ini.

Pernyataan tersebut memang benar sekali adanya, untuk project LCGC ini, Toyota Motor Co yang baru saja mengakusisi keseluruhan kepemilikan Daihatsu telah menanamkan modal yang sangat besar di Indonesia yang digunakan untuk membangun infrastruktur serta sarana perakitan dan produksi juga membina sumber daya manusia serta melakukan transfer teknologi.

Dengan menggunakan komponen buatan lokal yang dipasok oleh perusahaan di tanah air maka proyek LCGC ini juga telah memberi ksempatan kerja yang cukup luas. Sebagaimana diketahui untuk Calya dan Sigra, ADM menggandeng sekitar 178 perusahaan pembuat parts kendaraan sebagai pemasok komponen tingkat pertama dan 890 perusahaan pemasok komponen level kedua untuk kedua MPV murah tersebut.

Calya dan Sigra dibuat di pabrik modern milik ADM yang terletak di Karawang Assemby Plant, Jawa Barat, pabrik seluas 940.012 meter persegi itu memiliki konsep kerja SSC atau simple, slim and compact. Fasilitas yang sempat menjadi pusat produksi Daihatsu Xenia itu diresmikan pada bulan April tahun 2013 lalu dengan nilai investasi konon menembus angka 1,1 Triliun Rupiah dengan kontribusi terbesar oleh Daihatsu Motor Co sebanyak 61,7 persen, Astra International Group memiliki saham sebesar 31,9 persen dan sisanya sebesar 6,4 persen adalah investasi dari salah satu anak perusahaan Toyota Motor co.

Total pekerja di pabrik tersebut mencapai 600 ribu pekerja yang mengerjakan sekitar 52 persen dari total aktifitas pada fasilitas tersebut sedangkan 48 persen sisanya dilakukan oleh robot. Pabrik ini mampu memproduksi hingga 200.000 unit mobil setiap tahunnya termasuk Calya dan Sigra yang mempunyai kuota sebanyak 5000 unit per bulan.

Dengan demikian ADM sudah terlebih dahulu mempersiapkan semua yang diperlukan sebelum menghadirkan mobil Sigra dan saudara kembarnya dari Toyota itu ketengah masyarakat Indonesia. Mobil keluarga LCGC ini sendiri pertama kali diperkenalkan di pabrik tersebut pada awal Agustus 2016 kemarin sekitar satu minggu sebelum penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show.

Sedangkan peluncuran kedua mobil LCGC ini dilakukan bersamaan masing – masing di booth milik Toyota Astra Motor dan Daihatsu di Indonesian Convention Exhibition tempat penyelenggaraan GIIAS 2016. Sambutan masyarakat yang sangat antusias pada saat penyelenggaraan pameran kendaraan bermotor terbesar di ASEAN tersebut dan pasca GIIAS membuat ADM mau tak mau menggenjot produksi Sigra dan juga Calya demi memenuhi permintaan pasar.